Netraning Trisula Kusumaning Sudira (ꦤꦺꦠꦿꦤꦶꦁꦠꦿꦶꦱꦸꦭꦏꦸꦱꦸꦩꦤꦶꦁꦱꦸꦢꦶꦫ)

Login Epaksi: Pengertian, Jenis, dan Fungsi - Bangunan dan Saluran Irigasi


Daerah irigasi adalah suatu kesatuan area yang mendapat air dari suatu jaringan irigasi. Sedangkan, jaringan irigasi adalah kesatuan antara saluran, bangunan, dan perlengkapannya yang diperlukan untuk mengatur air irigasi; mulai dari penyediaan air, pengambilan air, penngaturan pembagian air, serta pemanfaatan air oleh petak tersier. Sementara itu, petak tersier adalah kesatuan petak-petak irigasi yang mendapatkan air irigasi melalui suatu saluran tersier yang sama.

Tips Menjodohkan Merpati Pos oleh Frank Aarts Belanda


Bagi seseorang, untuk mencapai prestasi seperti yang dicapai Frank Aarts yang dalam waktu singkat telah sukses adalah sesuatu yang luar biasa. Frank tinggal di kota Tilburg dan berlomba dalam provinsi Brabant. Ia mulai lomba tahun 1981 pada alamatnya yang sekarang ini. Hal ini berlanjut sampai tahun 1983 saat ia harus ikut wajib militer. Selama wajib militer tentu saja ia telah tidak mungkin bermain merpati. Baru setelah wajib militernya selesai, ia dapat mengikuti lomba merpati muda pada klubnya tiap tahun.

Tips Mencetak Merpati Pos Juara oleh Jos Thone Belgia


Tahun pertama Jos Thone menerbangkan merpati miliknya sendiri merupakan tahun sukses. Dalam 5 minggu lomba yang memenangkan 4 juara dari 5 provinsi, melawan ribuan merpati. Bukankah ini suatu prestasi yang luar biasa? Barangkali tak seorangpun yang mempunyai prestasi yang sama di seluruh Belgia. Sukses bukanlah barang aneh bagi Jos Thone, sebab sejak tahun 1977 hingga sekarang, ia melombakan merpati strain Thomas Peters.

Tips Merawat Merpati Pos Asli oleh Van Hove Belgium


Sejarah kandang merpati yang sekarang terkenal di Belgia, berawal dari permulaan abad ke 20. Kakek dari Van Hove Uytterhoeven yaitu Jost Oust dan Marcel Uytterhoeven merupakan penggemar merpati pos balap. Mereka merupakan spesialis pelomba merpati post jarak dekat (speedrace). Meskipun begitu, pada Perang Dunia II, mereka tidak lagi dapat mengikuti lomba karena dilarang oleh penjajah Jerman. Singkat kata, ketika PD II sudah usai, Van Hove Uytterhoeven mulai mengikuti lomba merpati pos balap, dan ternyata berhasl menjadi juara. Uytterhoeven akhirnya menjadi spesialis burung muda dan menajdi sangat terkenal di Belgia. Hove Uytterhoeven mencapai puncak kejayaan pada tahun 1973 M. Berikut merupakan wawancara dengan Hove Uytterhoeven.

Pranata Mangsa: Mangsa Karo (3 - 25 Agustus)


Mangsa Karo berotasi selama 23 hari, terbit pada tanggal 3 Agustus hingga tanggal 25 Agustus, menandai adanya musim kemarau dalam pranata mangsa, dilambangkan sebagai ‘Tanah Berbongkah’.

A. Keadaan Fisik

Orang yang terlahir pada mangsa Karo, biasanya mempunyai postur tubuh yang tegap, tinggi besar dengan bahu bidang, serta memiliki tangan dan kaki yang kokoh. Bentuk kepala bulat dengan bentuk wajah bulat telur. Sinar matanya mengkilat memancarkan kegembiraan dan keoptimisan. Rambut alisnya jarang-jarang, sedangkan rambut kepalanya hitam lurus, tetapi ada pula yang kecoklatan lembut. Ciri-ciri yang lain yaitu terletak pada bibir atas yang lebih tebal daripada bibir bawahnya.

Menelusuri Silsilah Leluhur Orang Jawa


Trah Tumerah adalah sebutan keturunan tingkat ke 18 dalam khasanah kejawian. Sepengetahuan saya, manusia modern hanya memiliki sebutan hingga tingkat tiga atau empat, yaitu hingga cicit atau buyut. Jikalau mereka mengetahui keturunan ke-atasnya hingga lebih dari itu, misalnya ke atas hingga tingkat ke-6, mereka akan menggunakan sebutan 'mbah buyutnya mbah buyut', atau kalau ke bawah 6 tingkatan maka akan menyebut 'cicitnya cicit'. Lebih banyak dari itu semua, khasanah Jawa mengenal dan memberikan sebutan tingkatan keturunan hingga 18 generasi, bisa dipakai 18 tingkatan ke atas ataupun 18 tingkatan ke bawah.

Nga: Ngracut Busananing Manungsa


Bismillahirrahmanirrahim...

Sebelum lebih jauh menginjak masuk ke inti dari tulisan ini, alangkah baiknya saudara pembaca menuju laman berikut: Susunan dan Filosofi 'Caraka Walik'. Di laman tersebut saudara dapat mengetahui gambaran atau garis besar atau intisari dari tulisan ini dan tulisan-tulisan setelahnya. Selain itu, juga dijabarkan mengenai asal mula kalimat 'ngracut busananing manungsa' ini serta dimana sebenarnya posisinya dalam khasanah Caraka Walik.

Pranata Mangsa: Mangsa Kasa (23 Juni - 2 Agustus)


Mangsa Kasa berotasi selama 41 hari, dimulai 23 Juni sampai dengan 2 Agustus, menandai adanya musim kemarau, dilambangkan ‘Permata Terlepas dari Cincin’.

A. Keadaan Fisik

Pada umumnya orang-orang yang terlahir dalam mangsa Kasa ini mempunyai paras wajah yang cakap, baik pria maupun wanita.

Postur tubuh orang yang lahir pada mangsa Kasa ini umumnya terlihat bulat, dengan raut wajah bulat telur serta selalu berseri-seri. Dahinya kelihatan lebar yang menandakan kecerdasan otaknya, serta matanya bening dan lebar pula. Sedangkan, tangan dan kaki orang yang lahir pada tanggal 23 Juni - 2 Agustus ini tidak seimbang dengan besar tubuhnya. Walaupun dia bertubuh besar, tetapi kakinya kecil, tangannya pun kecil juga. Sedangkan jari-jarinya lentik, ibarat penari srimpi.

Cak Nun dan Sujiwo Tejo: Sukses ber-Ramadhan 2022


Pengajian Maiyah - Diplomat Sukses ber-Ramadhan bersama Mbah Sujiwo Tejo, Mbah Nun, dan Gamelan Kiai Kanjeng, pada Ramadhan 21 April 2022 di Pendapa Semar Resto Boyolali, Jawa Tengah.

Manusia Jawa mempunyai kesadaran untuk tidak meninggalkan sejarahnya, bahkan sampai 18 generasi – bapak ibu, mbah, buyut, canggah, wareng, hingga ke trah tumerah.”

Sumpah Pemuda tidak menyebutkan tentang ‘Negara’. Mungkin itu salah satu yang menyebabkan Indonesia selalu rancu dalam mengelola Negara, misal: tidak bisa membedakan antara Negara dan Bangsa.”

Bacaan Mantra Ruwatan Jawa


1. Dimulai dengan mantra pembuka.

“Hong ilaheng, tata winanci awignam mastu namas siddem.”  

2. Diteruskan dengan pembacaan cerita riwayat Sang Hyang Kala, yang disampaikan dalam bahasa Jawa; bisa disampaikan dengan nyanyian atau bacaan biasa:

“Sinigeg sakathahing para jawata watak nawa sanga, pada retane Sang Hyang Pramesthi Guru kang tiba ing sela sana sewu, bentar kepara sewu, mila dalah samangka watu, dadi sajagad.

Ana sawijine yogane Sang Hyang Pramesthi Guru kang tiba telenging samodra, medal akimplik-kimplik, ing aran Sang Hyang Kamasalah, bisa ngadeg ing aranan Sang Hyang Candhusekti.

Empu Korib: Empunya Keris Pusaka Cor


Empu Korib, Desa Koripan Delanggu, dan Pusaka Cor Sepuh

Para pencinta pusaka, perkerisan atau per-tosan-aji-an, mengenal istilah pusaka ‘piandel’ dan pusaka ‘ageman’. Untuk lebih jelasnya antara ke-dua golongan terebut, bisa dibaca terlebih dahulu artikel: Pengertian dan Perbedaan Pusaka Piandel dan Ageman.

Daftar Anak Keturunan Brawijaya V


Nama asli dari Brawijaya V adalah Dyah Kertawijaya atau disebut juga dengan gelar Raden Alit, yang kemudian setelah menjadi Raja Majapahit bergelar Prabu Brawijaya V Sri Prabu Kertawijaya. Eyang Prabu Brawijaya V tercatat memiliki 117 (seratus tujuh belas) anak.

Pada waktu Sunan Kalijaga melalui salah satu putra beliau, Raden Patah, menawarkan pemindahan kerajaan atau bedol nagara Majapahit, dari Trowulan ke Demak, maka putra-putri dari Raja Brawijaya juga oleh Sunan Kalijaga disebar dan diberikan tanah di penjuru Majapahit dan dijadikan penguasa atau pemimpin-pemimpin di tanah tersebut. [Baca di: Peralihan Majapahit ke Demak].

Berikut merupakan daftar nama-nama putra-putri dari Prabu Brawijaya V (Raja Pamungkas Majapahit) beserta tanah-tanah kekuasaanya di penjuru Nusantara.

Macam Jenis Keris Jalak dan Keris Kebo Mahesa


Jenis keris lurus yang menyandang nama Jalak diantaranya yaitu Budha, Dinding, Makara, Mangan Lurung, Ngoceh, Ngore, Nguwuh, Nguwung, Nyucup Madu, Piturun, Ruwuh, Sangu Tumpeng, Sumelang Gandring, dan Jalak Tilam Sari; sedangkan keris lurus dengan nama Kebo diantara yaitu Dendeng, Dungkul, Giring, Kantong, Lajer, dan Kebo Teki. Berikut merupakan panjabaran atau penjelasan dari nama jenis jalak dan kebo tersebut.

Trah Sukodrono Karangnongko


Bismillahi awwalahu wa akhirahu... Berikut saya akan nukilkan beberapa catatan pada buku Trah Sukodranan Karangnongko yang mana merupakan bagian dari Trah Kusumayudha atau Trah Eyang Sumodirjo (Sumodiryo) Socokangsi Jatinom Klaten.

Beliau Kyai Sukodrono yang tinggal di Bekelan Karangnongko dikarunia anak berjumlah 3 (tiga), dimana semuanya laki-laki.

1. Putra pertama, yaitu Kyai Surodikromo yang tinggal di Sendang, Jetis, Karangnongko, Klaten. Beliau tidak dikaruniai putra.
2. Putra kedua, yaitu Kyai Poncosetiko yang tinggal di Sendang, Jetis, Karangnongko, Klaten.
3. Putra ketiga, yaitu Kyai Sukodikromo yang tinggal di Sendang, Jetis, Karangnongko, Klaten.

Trah Sonto Rejo Jinggil


Bismillahirrahmanirrahim….

====
Eyang Sonta Reja Jinggil, putra tunggal Kyai Sonto Dikromo Kragilan, putra tunggal Kyai Sonto Lasono Tandulangin, putra dari Kyai Kalopo (Ki Ageng Kalipo Sekarsuli (-?-)); merupakan Lurah Sepuh Jinggil Beteng Jatinom Klaten. Beliau menikah dengan Eyang Sonta Reja Putri (Trah Kyai Sukodrono), putri dari Kyai Kromoredjo. Eyang Sonta Reja dikaruniai 6 (enam) orang anak, berikut merupakan anak dan keturunan-keturunan dari Eyang Sonta Reja Majainggil.

Catatan Survei Pertama Kali - 2014


Catatan ini sebagian besar merupakan kopian dari tugas membuat Logbook mata kuliah Survei dan Perpetaan tahun 2014, dimana rangkaian survei melibatkan kegiatan Bamboo Biennale 2014 di Simo Boyolali dan Mojosongo Surakarta, serta pada kawasan industri tahu tempe Krajan Mojosongo Surakarta.

Materi Perkuliahan PWK UNS 2013


Bismillahirrahmanirrahim…

Perencanaan Wilayah dan Kota atau Planologi atau Ilmu Perencanaan, merupakan ilmu analisis yang menyeluruh dan sistematis dalam mengembangkan sebuah rencana kota atau wilayah; dapat dilakukan untuk meramalkan atau memperkirakan perkembangan berbagai faktor, menetapkan tujuan & sasaran yang diperkirakan dapat dicapai, mencari langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut, serta menetapkan lokasi dari berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan atau sasaran tersebut. Berikut merupakan daftar mata kuliah dan link download (googledrive) materi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Sebelas Maret Surakarta (PWK UNS) tahun akademik 2013, 2014, 2015, 2016, dan 2017.

Nama Jenis dan Ricikan Kelompok Keris Kalawija


Keris Kalawija atau Kalawijan adalah kelompok keris atau sebutan keris yang diperuntukan untuk keris-keris yang memiliki luk lebih besar dari 13. Menurut Kejawen, semua keris yang luknya dibuat lebih dari 13 diperuntukan untuk hal-hal khusus, seperti menolak wabah khusus, menolak pageblug khusus, hingga menandai peristiwa-peristiwa aneh atau yang tidak mungkin terulang. Sementara itu, ada yang menganggap juga keris-keris ini untuk mereka yang dinilai masyarakat mempunyai penampilan atau karakter yang berbeda, seperti seniman, ahli sastra, ahli tari, dan sebagainya, bahkan orang-orang yang memiliki cacat badan.

Nama atau jenis dapur keris yang memiliki luk di atas 13 (tigabelas) diantaranya yaitu Carita Buntala, Mahesa Nabrang, Rangga Pasung, Rangga Wilah, Sedet, Kancingan, Ngamper Buta, Tri Murda, Drajit, Kala Tinantang, Tri Sirah, dan Bima Kurda. Berikut merupakan panjabaran atau penjelasan dari nama jenis dapur keris luk 13 (tigabelas) serta ricikan-ricikan keris tersebut.

Nama Jenis dan Ricikan Keris Jawa Luk 13 (Tigabelas)


Nama jenis dapur keris yang memiliki luk 13 (tigabelas) diantaranya yaitu Johan Mangankala, Kantar, Karacan, Karawelang, Lung Gandu, Parungsari, Panji Pinawan, Naga, dan Sangkelat. Berikut merupakan panjabaran atau penjelasan dari nama jenis dapur keris luk 13 (tigabelas) serta ricikan-ricikan keris tersebut.

Nama Jenis dan Ricikan Keris Jawa Luk 11 (Sebelas)


Jenis keris yang memiliki luk 11 (sebelas) diantaranya yaitu Bandotan, Caluring, Carita, Jaka, Sabuk Inten, Sabuk Sela, Sabuk Tali atau Tampar, dan Santan. Berikut merupakan panjabaran atau penjelasan dari nama jenis dapur keris luk 11 (sebelas) serta ricikan-ricikan keris tersebut.