Netraning Trisula Kusumaning Sudira

Thursday, March 7, 2024

Login Epaksi: Pengertian, Jenis, dan Fungsi - Bangunan dan Saluran Irigasi


Daerah irigasi adalah suatu kesatuan area yang mendapat air dari suatu jaringan irigasi. Sedangkan, jaringan irigasi adalah kesatuan antara saluran, bangunan, dan perlengkapannya yang diperlukan untuk mengatur air irigasi; mulai dari penyediaan air, pengambilan air, penngaturan pembagian air, serta pemanfaatan air oleh petak tersier. Sementara itu, petak tersier adalah kesatuan petak-petak irigasi yang mendapatkan air irigasi melalui suatu saluran tersier yang sama.

1. Bendung

Bendung adalah suatu bangunan dengan kelengkapan-kelengkapannya yang sengaja dibangun melintang di sungai atau sodetan dengan tujuan meninggikan muka air sehingga air dapat di alirkan ke area tujuannya. Bendung secara umum memiliki kelengkapan diantaranya yaitu, mercu bendung (dengan atau tanpa pintu pengatur), pintu penguras, pintu intake atau pengambil, serta tanggul dan kolam olak.

Secara garis besar bendung dibagi menjadi dua, yaitu:
Bendung Gerak adalah jenis bendung yang tinggi pembendungannya dapat diubah sesuai kehendak, biasanya pada bangunan melintangnya terdiri dari bangunan pintu yang dapat digerakan, ditutup atau dibuka, sehingga debit air dapat diatur.
Bendung Tetap adalah jenis bendung yang tinggi pembendungannya tidak dapat diubah sesuai kehendak, biasanya bangunan melintangnya hanya berupa mercu beton dan pintu penguras.

Sedangkan jenis-jenis bendung jika dilihat dari asal pengambilan airnya, maka ada bendung pengambilan bebas yang airnya berasal dari mata air alam, bendung pompa yang airnya berasal dari pompa hidrolik maupun pompa elektrik.

Bagian Bendung: Gerak dan Tetap

a. Mercu Bendung

Mercu bendung adalah bagian teratas yang tegak lurus arah aliran sungai sebagai penahan aliran dari hulu sebelum mengalir atau melimpah ke hilir. Mercu bendung berfungsi sebagai pembendung dan penentu tinggi muka air minimum di sungai bagian hulu bendung agar dapat masuk melalui pintu intake menuju saluran irigasi. Mercu yang memiliki pintu disebut mercu gerak, sedangkan yang tidak memiliki pintu disebut mercu tetap.

b. Pintu Penguras

Pintu yang berada sejajar dengan mercu, biasanya berada di ujung mercu bendung,berfungsi untuk menguras air yang berada di hulu bendung. Di sebuah bendung pintu penguras bisa terdapat satu atau dua, pintu penguras kiri dan kanan; namun kadang juga tidak terdapat pintu penguras.

c. Pintu Intake/pengambil

Pintu yang berada di samping bendung bagian kanan dan kiri, meruapakan pintu awal masuk ke saluran irigasi. Di satu bendung biasanya terdapat Pintu Intake sebanyak 1, 2, 3, atau 4. Bangunan ini adalah untuk membelokkan aliran air dari sungai dalam jumlah yang diinginkan untuk kebutuhan irigasi.

d. Sayap Hulu dan Hilir

Sayap hulu dan hilir dari bendung merupakan tembok sayap dari sebuah bendung di hulu maupun di hilir.

e. Lantai Hulu dan Hilir

Lantai hulu marupakan lantai di dasar sungai di bagian hulu sebuah bendung atau lantai sungai bagian sebelum mercu. Sedangkan, lantai hilir merupakan lantai sungai bagian hilir sebah bendung atau lanai sungai setelah bangunan mercu. Lantai hilir biasanya disebut juga kolam olak bendung.

f. Tanggul Hulu Bendung

Tanggul bendung merupakan tanggul sungai yang terletak di hulu sebuah bendung, berada di sisi kanan maupun kiri bendung.

g. Jembatan Operasi di atas Mercu

Jembatan operasi bendung merupakan bangunan jembatan yang menghubungkan antar sisi bendung dimana jembatan ini dibangun melintang di atas mercu, dan khusus untuk keperluan pengoperasian sebuah bendung.

h. Mistar Ukur di atas Mercu

Mistar ukur merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengetahui debit air yang melewati sebuah bendung. Pada sebuah bendung, mistar atau penggaris ini berada si atas mercu bendung, tepatnya menempel di tembok bendung sisi mercu.

i. Pagar Pengaman Bendung

Pagar pengaman merupakan bangunan pagar sandaran yang berada di atas sayap hulu dan hilir sebuah bendung.

j. Papan Operasi Bendung

Papan operasi merupakan papan keterangan jadwal pengoperasian sebuah bendung, yang biasanya juga terdapat keterangan mengenai kebutuhan debit yang masuk pintu intake.
 

2. Saluran Irigasi: Primer, Sekunder, dan Tersier

Saluran adalah tempat dimana air irigasi dialirkan secara gravitasi sampai ke lahan pertanian. Saluran terdiri dari saluran primer, saluran sekunder, saluran tersier, saluran pembuang, saluran suplesi (saluran tambahan) dan saluran mikul.

3. Kantong Lumpur dan Pintu Penguras Lumpur

Kantong Lumpur adalah bangunan kantong atau kolam yang berada di awal suatu saluran atau setelah pintu pengambil yang bertujuan untuk  mengurangi laju aliran serta memungkinkan sedimen untuk mengendap. Sehingga, agar dapat menampung endapan ini, kantong lumpur dibuat dengan memperdalam dan memperlebar saluran tersebut. Sementara itu, endapan-endapan yang berada di kantong lumpur akan dibersihkan tiap jangka waktu tertentu.

4. Pengukur Debit Saluran

Pengukur Debit merupakan sebuah alat untuk memonitor debit air di suatu saluran. Pengukur debit ini sangat diperlukan untuk mengetahui potensi sumberdaya air di suatu saluran irigasi.

5. Bangunan Pengatur: Bagi dan Sadap

Bangunan Pengatur adalah bangunan yang digunakan untuk mengatur suatu arah maupun debit aliran air di saluran. Secara garis besar bangunan pengatur terdiri dari bangunan bagi, bangunan sadap, bangunan bagi sadap, dan bangunan pertemuan. Di setiap bangunan pengatur ini terjadi perubahan debit air, karena itu bangunan pengatur seringkali disebut dengan bangunan perubah debit.

a. Bangunan Bagi adalah bangunan yang terletak pada saluran primer yang membagi air ke saluran primer-primer, primer-sekunder, atau saluran-sekunder; atau yang terletak pada saluran sekunder yang membagi air ke saluran sekunder-sekunder lainnya.

b. Bangunan Sadap adalah bangunan yang terletak pada saluran primer atau sekunder yang menyadap atau mengambil air untuk saluran tersier.

c. Bangunan Bagi Sadap adalah bangunan yang terdapat bangunan bagi dan bangunan sadap yang bersamaan, atau dengan kata lain di satu lokasi pembelahan aliran terdapat kombinasi dari bangunan bagi dan bangunan sadap.

d. Bangunan Pertemuan adalah bangunan pada saluran primer atau sekunder yang berfungsi  menjadi pengatur adanya air masuk dari saluran luar atau suplesi ke dalam saluran irigasi.

6. Terjunan dan Got Miring

Terjunan adalah bangunan yang berfungsi menurunkan muka air dalam saluran dikarenakan medan di sepanjang saluran berubah secara drastis dari tinggi ke rendah. Terjunan biasanya berbentuk terjunan tegak. Sedangkan penurunan tinggi medan saluran tidak terlalu drastis namun tetap menurun signifikan maka dapat dibangunan Got Miring. Got Miring dibangunan karena jika dibangun terjunan akan memerlukan beberapa buah terjunan yang berdekatan di saluran irigasi. Selain untuk menurunkan muka air, Tejunan dan Got Miring juga difungsikan agar dapat memperlambat laju aliran air sehingga akan mengurangi tumbukan pada lining saluran ataupun bangunan-bangunan irigasi lainnya.

7. Siphon dan Talang

Siphon adalah bangunan berupa saluran tertutup yang mengalirkan air secara menyilang di bawah saluran lain. Sedangkan, talang adalah bangunan yang dibangun dimana air mengalir dengan permukaan bebas yang dibuat melintas di atas saluran, sungai, ataupun sepanjang lereng bukit. Bangunan talang ini biasanya didukung dengan pilar atau Konstruksi lainnya.

8. Bangunan Pelimpah

Bangunan Pelimpah adalah bangunan yang akan menetraslisir secara otomatis menaiknya muka air di saluran sehingga tidak membahayakan tanggul saluran. Pelimpah tersebut dapat berupa pelimpah samping ataupun pelimpah tengah.

9. Pintu Pengatur Muka Air

Pintu Pengatur Muka Air adalah pintu untuk mengatur muka air agar dapat masuk ke saluran lain. Pintu pengatur muka air yang biasanya di gabungkan menjadi satu dengan bangunan lain, seperti bangunan bagi, sadap, bahkan terjunan.

10. Pintu Klep

Pintu klep adalah salah satu jenis pintu air yang dapat bergerak secara otomatis berdasarkan tekanan air dengan ketinggian tertentu, dimana tekanan hidrostatis air yang dikandung sebagai akibat dari beda tinggi muka air digunakan untuk menutup dan membuka daun pintu.

11. Krib

Krib adalah bangunan yang berfungsi untuk memperlambat aliran pada belokan sungai, serta melindungi tebing sungai dari benturan air. Krib bisanya dipasang pada belokan sungai atau juga bisa sebelum belokan sungai.

12. Gorong-gorong

Gorong-gorong adalah bangunan berupa saluran tertutup yang dibangun untuk membawa air irigasi yang harus melewati jalan lalu lintas darat di atasnya.

13. Tempat Cuci dan Mandi Hewan

Tempat Cuci dan Mandi Hewan merupakan area di bantaran saluran untuk mengakomodasi kebutuhan warga terkait kebutuhan tempat cuci kaki ataupun ternak.

Thanks for reading Login Epaksi: Pengertian, Jenis, dan Fungsi - Bangunan dan Saluran Irigasi.

0 Komentar:

Post a Comment

Kritik dan saran dari para pembaca sangat kami harapkan demi kesempurnaan artikel tersebut.