Netraning Trisula Kusumaning Sudira

Friday, July 10, 2020

Diskusi Islamiyah: Hakikat Islam dan Alam Semesta


Diskusi Islamiyah Hakikat Islam di Alam Semesta bersama Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) di Perth, Australia pada tahun 2017. #Universitas Maiyah
 
“Pemahaman kita sebagai umat Islam terhadap Islam sendiri saat ini saling silang sengkarut tumpeng tindih satu sama lain. Kita selalu salah presisi memahami politik, kebudayaan, dunia, alam semesta, dlsb. Kita saling bertengkar antar umat Islam; ibarat tubuh, saat ini kaki kita diinjak, wajah kita justru tertawa gembira.”

“Sandal dan peci itu lebih tinggi mana derajatnya? Kita ke masjid sudah wudhu dari rumah; jika memakai sandal tanpa peci kita tidak perlu wudhu lagi, tapi jika memakai peci tanpa sandal kita harus wudhu lagi. Sandal melindungi kita dari najis, sedangkan peci tidak.”

foto diskusi islam cak nun dan mbak novia istri maiyah di perth australia
Diskusi Islamiyah Cak Nun di Perth Australia
“Salah satu cara untuk mengatasi ketidakjelasan saling silang sengkarut antar golongan umat Islam yaitu dengan duduk bersama dan membuat suatu buku panduan bersama yang memuat hasil ijtihad-ijtihad atas yang selama ini kita pertengkarkan.”

Kita akan mengaplikasikan 5W+1H untuk memahami Islam. Artikel ini selanjutnya merupakan artikel spesifik dan khusus untuk orang Islam atau orang yang telah bermaiyah menyatu hati dengan siapapun dan apapun.
 
“What? Apa yang akan dianalisis? ISLAM”
 

Dimana Islam berlangsung?


“Where? Dimana Islam itu berlangsung? Di alam semesta, karena dimanapun islam itu hadir selalu bermanfaat untuk setiap unsur di jagat raya alam semesta, karena itu islam merupakan rahmatan lil’alamin.”

Kapan Islam mulai ada?


“When? Kapan Islam mulai berlangsung? Sejak Iqra, sejak nabi Adam, atau sejak kapan? – kita mundur: Islam ini dibuat oleh manusia atau Tuhan? – kita mundur lagi: bisakah selain Tuhan membuat agama?”

“Agama (bahasa arab: Din) itu hanya bisa dibuat oleh Tuhan, jika bukan Tuhan yang membuat maka itu tidak sah disebut dengai ‘Agama’.”

“Kita sambungkan ke surat Ali Imran (3:19): innaddiina’indallohil-islaam, sesungguhnya agama di sisi Alloh ialah Islam. Ini bukan ditafsirkan: ‘sesungguhnya agama yang diridhoi Alloh adalah islam sedangkan agama yang lain yang bukan islam itu agama yang tidak diridhoi oleh Alloh’, karena tafsir ini menyalahi ketentuan di atas bahwa ‘yang berhak disebut agama hanyalah Islam’. Melainkan ayat tersebut dapat ditafsirkan: ‘sesungguhnya di sisi Alloh agama itu ya hanya Islam, selain itu bukan agama’.”

“Kita tarik lagi ke surat Al Kafirun ayat terakhir (109:6): lakum diinukum wa liya diin, yang selama ini dimaknai ‘untukmu agamamu, untukku agamaku’, jika memakai ini maka disimpulkan bahwa ‘agamamu’ itu disebut sebagai ‘Agama’ – ini menyalahi ketentuan di atas. Maka sebenarnya lebih tepat diterjemahkan: ‘bagimu jika itu menurutmu agama, bagiku inilah yang agama’.”

“Jadi Islam itu dimulai sejak Alloh menciptkan alam semesta. Jadi, semua nabi rasul beragama islam, jibril dan para malaikat semuanya beragama islam, bahkan iblis itu dulunya muslim.”

“Iblis itu bukan nama,tapi ‘Iblis’ itu gelar dari Alloh ketika tidak mau sujud kepada Adam. Lihat surat Al Baqarah 34, Al A’raf 11, Al Isra 61, Al Kahf 50, TaHa 116; bahwa Tuhan menyuruh ‘para malaikat’ untuk bersujud kepada Adam, semua bersujud kecuali ‘Iblis’ – perhatikan kalimatnya, bahwa Tuhan hanya memerintahkan kepada ‘para malaikat’, kenapa ‘Iblis’ diikut-diikutkan? Ini dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa ‘Iblis’ adalah malaikat pada waktu itu, – jin yang diangkat sebagai malaikat.”

Bagaimana Islam berlangsung?


“How? Jika mereka semua, seluruh alam dan para malaikat itu muslim maka bagaimana kalimat mereka bersyahadat atau berislam, kan ada kalimat pengakuan Muhammad sebagai rasul sedangkan Muhammad bin Abdullah belum lahir ke dunia? Mereka semua bersyahadat kalimatnya sama persis dengan syahadat saat ini, yang selama ini dimaksud Muhammad Rasululloh adalah Nur Muhammad Cahaya Suci di awal penciptaan alam semesta yang bertajali mewujud sebagai Muhammad bin Abdullah Kekasih Alloh.” – untuk lebih lengkapnya ada beberapa artikel yang menyangkut lebih detail tentang terciptanya alam semesta salah satunya yaitu artikel: Cahaya di Atas Cahaya atau lainnya klik di sini.

“Islam itu bukan identitas, tapi kata benda yang bekerja, dalam bahasa inggris yang paling menyerupai dengan kata ‘Islam’ yaitu ‘to liberate’.”

Siapa subjek Islam?


“Who? Siapa yang terlibat dalam Islam? Alloh, lalu Malaikat – malaikat itu dari kata mulk atau kekuasaan, malaikat adalah perangkat kekuasaan jadi malaikat itu bukan nama melainkan birokrasi, ada bagian yang mengurusi angina hujan gunung rezeki dll –, lalu Jin dan Manusia – jin itu di dalam Qur’an hampir selalu disebut lebih dulu dari manusia, jinni wal insi - jinnati wan naas –, lalu ***”

“Alloh itu membuat Adam secara proporsional serasi seimbang tubuhnya sempurna, bahkan nabi Yusuf itu hanya setengah dari kesempurnaan nabi Adam. Mungkin yang membuat Iblis tidak mau bersujud kepada Adam itu karena minder iri melihat kesempurnaan nabi Adam. Para jin itu tidak proporsional tubuhnya tidak ada regulasi pasti, ada yang kepanjangan telinganya, ada yang hidungnya saja yang panjang, ada yang tangan kirinya panjang yang kanan tidak, ada yang tidak ada lehernya, ada yang kepalanya besar tapi badannya kecil, dlsb.”

“***, lalu Nabi dan Rasul – nabi itu pangkat, sedangkan rasul itu jabatan; nabi itu diberi naba’ wacana-wacana dari Alloh tapi tidak wajib menyampaikan bahkan ada yang tidak boleh untuk disampaikan untuk orang lain, sedangkan rasul itu merupakan duta akan kehadiran Alloh di tengah suatu kaum dan membawa misi untuk menyampaikan wacana-wacana titipan dari Alloh kepada kaum tersebut.”

Mengapa ada Islam?


“Why? Alloh itu menciptakan segala sesuatu itu pasti bersifat evolusi atau evolutif. Seperti dari benih padi, jadi pohon padi hijau, padi muncul dan menguning, menjadi gabah, jadi beras, jadi nasi, jadi nasi goreng, dst.”

“Ada beberapa dasar evolutif, jika di Islam bisa memakai 4 ayat awal surat At Tin, sementara di Jawa bisa memakai 4 tingkat evolusi kelapa.” – mungkin ada beberapa artikel yang lebih detail dan komplit mengenai ini silahkan klik di sini.

Thanks for reading Diskusi Islamiyah: Hakikat Islam dan Alam Semesta.

0 Komentar:

Post a Comment

Kritik dan saran dari para pembaca sangat kami harapkan demi kesempurnaan artikel tersebut.